mewujudkan pengembangan dan pelestarian hasil-hasil PNPM MPd dan program lainnya dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat

Jumat, 10 Agustus 2012

TERIMA KASIH PNPM

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat atau biasa disingkat PNPM, bisa jadi masih banyak orang yang belum kenal dengan program pemerintah yang satu ini, namun dampak positif yang ditorehkan oleh program ini cukup luar biasa, ditengah perjalanan sejak dicanangkan di kabupaten Lombok Barat  10 tahun yang lalu, PNPM sudah  dikenal dikalangan masyarakat sebagai program yang button up, artinya kegiatan yang dilaksnakan betul-betul merupakan keinginan masyarakat bawah terutama masyarakat miskin, sebutan lain yang juga identik dengan program ini adalah Program Partisipatif, Program yang melibatkan semua lapisan masyarakat kelas bawah, menengah sampai dengan masyarakat kelas atas, dengan bertumpu pada prinsip demokrasi dan keberpihakan pada masyarakat miskin.
Pada skala kecamtan Narmada, sejak tahun 2003 yang lalu PNPM sudah menghasilkan tidak kurang dari 70 bangunan fisik berupa jalan, jembatan, irigasi, sarana pendidikan dan sarana kesehatan seperti poskesdes dan balai posyandu. Sedangkan dari sisi ekonomi, PNPM sudah memberikan modal usaha simpan pinjam untuk kelompok perempuan yang bersumber dari dana BLM sejak tahun 2003 sebesar Rp. 3.196.500.000,- dana tersebut kini sudah berkembang menjadi 4.687.125.279,- disamping itu yang menjadi keunnggulan PNPM dibandingkan dengan program pemerintah lainnya adalah karena PNPM tidak hanya membantu masyarakat dalam bentuk bangunan fisik dan bantuan modal usaha saja, tetapi PNPM juga memberikan dukungan untuk peningkatan kapasitas masyarakat, pemerintahan desa, dan pelaku PNPM sendiri, melalui pelatihan-pelatihan dan praktik lapangan.    
Terima kasih PNPM, ungkapan itu tidak berlebihan kiranya, sebagaimana diucapkan oleh pelaku-pelaku PNPM ditingkat kecamatan. Ungkapan itulah yang juga terdengar dari masyarakat Desa Badrain Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat, atas dibangunnya POSKESDES di Desa Mereka. Bagaimana tidak, Poskesdes yang berukuran 14x8 m3 tersebut termasuk yang termegah di Kabupaten Lombok Barat. Sebagaimana diakui salah seorang kepala Dusun Bapak Nursimah, menurutnya Poskesdes kami yang sekarang sudah bagus sedangkan poskesdes yang sebelumnya ruangannya sempit, bangunannya tidak pernah di rehab dan sering bocor kalau musim hujan tiba. Akibatnya bidan desa sering kali tidak berada di tempat karena kondisi bangunan yang tidak layak untuk ditempati, sehingga masyarakat tidak terlayani dengan baik.
Menurut Abdurrahman ketua TIM Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Badrain, masyarakat sangat bersyukur dengan dibangunnya poskesdes tersebut, tidak hanya karena bangunannya yang bagus tetapi juga karena pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sangat memadai, sampai-sampai pasien yang berobat ke Poskedes desa Badrain tidak hanya berasal dari dalam desa, tetapi juga desa-desa tetangga seperti Desa Krama Jaya dan Desa Sembung.
Poskesdes yang letaknya bersebelahan dengan kantor Desa Badrain tersebut di bangun dengan dana PNPM Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) setelah melalui proses yang cukup panjang, mulai dari penggalian gagasan (PAGAS) ditingkat dusun sampai dengan Musyawarah Prioritas Usulan ditingkat Kecamatan. Sedangkan jangka waktu pembangunannya selama 3 bulan.
Kini Poskesdes yang dibangun dengan dana 209 Juta tersebut, siap untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat Desa Badrain, dan bertekad untuk terus meningkatkan mutu dan pelayanannya, agar masyarakat betul-betul merasa terbantu.
Kebahagiaan yang dirasakan oleh masyarakat Desa Badrain terasa kian sempurna dengan hadirnya PNPM-Generasi Sehat dan cerdas (GSC) mulai tahun 2010 yang lalu, kehadiran PNPM GSC dirasakan seperti angin penyejuk ditengah masyarakat miskin desa badrain yang tidak mampu untuk memberikan asupan gizi yang cukup bagi putra putri mereka. PNPM GSC hadir dengan memberikan PMT bagi bayi dan balita di posyandu, memberikan PMT bagi balita BGM, memberikan dukungan dan layanan bagi para kader posyandu dan masyarakat miskin, serta beasiswa bagi siswa-siswi yang tidak mampu.
Pada saat bersamaan, bidan desa Ibu Ros mengatakan bahwa  PNPM-GSC hadir pada saat yang tepat, dengan berbagai  program inovatif yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat kami di Desa Badrain, dimana program-program yang dilaksnakan oleh PNPM-GSC tersebut belum sempat disentuh oleh dinas karena alasan keterbatasan anggaran. Salah satu contoh dari kegiatan inovatip tersebut adalah pengadaan alat permainan educatif (APE) bagi balita diposyandu. Dengan adanya APE tersebut, anak yang tadinya takut ke posyandu menjadi senanng ke posyandu. Akhir kata, terima kasih PNPM semoga program ini tetap berlanjut.
oleh : Zikrul Hamdani (Ketua UPK Kec. Narmada}

Tidak ada komentar: